Writing

Berbeda Sebagai Strategi

B

Strategi yang kamu punyai kosong kalau ia tidak lulus di dua test. Pertama, yang kamu rencanakan harus berguna untuk customer kamu; dan kedua, itu membedakanmu dari kompetitor.

Gary Hamel

Ini bukan berarti kita harus berhenti untuk membuat produk yang lebih baik, lebih cepat, lebih powerful untuk customer. Tapi produk manajer harus paham bahwa terkadang, tunggu koreksi, bukan terkadang, seringkali lebih baik menjadi berbeda daripada menjadi lebih baik.

Principle

P

Lakukan

  1. Perkecil dunia.
  2. Eksekusi yang gesit.
  3. Tiap pekerjaan butuh deadline.
  4. Percaya dengan yang rutin. Percaya dengan yang eksponensial.
  5. Asumsi kalau semua ingin yang positif.
  6. Peluk yang sulit, peluk yang membosankan.
  7. Matikan AC. Matikan Lampu. Buang sampah.

Hindari

  1. Jangan biarkan power bikin corrupt.
  2. Jangan judge. Gak semua sukses dari kerja keras. Gak semua kegagalan karena malas.

Pakuningratan No.15

P

Di usia 2 tahun, saya sudah pindah kota. Dengan menggunakan kapal Pelni Rinjani yang juga berumur sama, bapak membawa saya 5 hari 4 malam ke barat untuk tinggal dengan kakek nenek di Malang. Sejak itu, dilecut oleh kebutuhan dan janji, pindah dari satu nama kota ke kota lain adalah konstanta. Hidup saya hingga umur 18 tidak terikat kepada lokalitas manapun, tidak peduli terhadap rumah.

Namun, sejak saya pindah ke Yogyakarta, hal itu berubah. Salah satu lokasi yang saya suka adalah Pakuningratan no.15. Sejak pertama kali menginjakkan kaki ke bangunan itu di awal musim hujan 2013, saya sudah mulai menyukainya. Sebelum erupsi merapi. Sebelum 100 orang ada di dalamnya. Sebelum saya bertemu Gita. Saya sudah menyukai tempat ini. Kolonial dan hangat. Jl Pakuningratan No.15 adalah rumah dan saya peduli.

Di situ saya bekerja dan saya melewatkan sebagian besar hidup saya. Suatu ketika di angkringan depan kantor, Dion duduk sembari minum kopi instan yang selalu saya cibir. “Akan di sini sampai kapan?” tanyanya. “Sampai lama,” jawab saya.

Awal minggu kemarin, setelah 6 tahun, kami perpindah tempat.

Dalam hitungan 2 hari, kami berhasil memindahkan semua operasi ke tempat baru, Jl Magelang 65. Saya masih menempati kursi yang sama, meja yang sama, namun satu hal yang membuat saya takjub, cuma butuh satu hari untuk membuat saya merasa bahwa tempat ini seperti rumah.

Saya selalu berpikir rumah adalah tempat, lokasi, dan tanah. Tapi ternyata bukan. Saya mungkin akan ada di jalan yang berbeda 5 tahun lagi, tapi selama saya dikelilingi orang-orang ini, jam 8 hingga 5 akan selalu terasa seperti rumah untuk saya.

Be Yourself Even at Work

B

Don’t work too much to picture, because you’ll find yourself drying up. Work off-picture, and then put it onto it. Work as much as you can from impressions. And be selfish about your own experiments that you want to do.

Thom Yorke, Interview with Variety.

Itu Thom Yorke di interview dengan Variety. Dia menambahkan, “He’ll (Jon Greenwood) come to things a lot of the time because he wants to try an experiment sonically or musically, and he finds that it fits with whatever he’s working on anyway. So I was doing a lot of that, just f—ing around using modular gear and using my voice in ways I wouldn’t normally do that I’d wanted to try for ages.”

Tidak Gagal Bangun Pagi

T

“Keep your face always toward the sunshine – and shadows will fall behind you”.

Walt Whitman

Saya adalah kelelawar. Melek di malam hari untuk lalu tidur hingga siang. Tiap pagi, ajakan selimut untuk tetap meringkuk selalu saya iyakan dengan anggukan dan senyum setuju.

Tapi dalam 2 tahun terakhir ini saya mencoba membangkang kepada yang alami. Menggeser ritme circadian saya menjadi ayam.

Alasannya rupa-rupa. Mungkin karena saya sedang berlatih untuk ikut marathon dan lari malam hari kok rasanya ngeri. Mungkin karena pagi adalah janji tentang ketenangan. Mungkin karena saya termakan janji madu Robin Sharma di 5 AM Book Club. Pendek kata saya cukup bertekad untuk bangun pagi, yang sebenernya cukup mengherankan untuk diri saya sendiri.

Usaha saya lumayan berhasil. Kalau merujuk dengan tracking app yang saya gunakan, sukses ratenya 93%. Rahasianya? Tiga Alarm.

Yip. Tiga alarm. Satu gegabah. Dua kurang. Tiga pas. Lebih dari itu cuma bikin jengkel.

Untuk yang ingin coba bangun pagi juga, ini lumayan manjur dan jitu. Dicoba deh.

Saya sendiri, jujur saja, hingga hari ini, bangun pagi masih tidak nyaman buat saya. Bangun pagi tidak lantas otomatis produktif. Beberapa bulan pertama saya mencoba bangun pagi malah saya lewatkan dengan menonton highlight bola. Waktu tidak mendefinisikan kualitas. Niatan iya.

Saya masih mencoba bangun pagi hari ini. Melakukan yang tidak nyaman. Karena mungkin, mungkin saja, kalau bagian tersulit dari hari sudah saya lalui, sisa hari saya akan jadi lebih mudah.

Memperkecil Dunia

M

Mei itu, ketika Jogja mulai menjadi dingin, muncul pesan di hp saya dari dua orang teman lama. “Yuk bikin startup”. Hmm. Saya membalas pesan itu dan masuk ke dalam grup Whatsapp yang ia buat.

Di luar dugaan, bercakap-cakap di sana menyalakan semacam api dalam tubuh saya. Kami membicarakan rencana, kualitas produk, cashflow, supplier, kompetitor dan saya sepakat bahwa ini adalah ide sangat bisa jadi nyata. Ditambah lagi dengan track record baik dari mereka yang juga adalah teman nongkrong jaman kuliah, keinginan untuk terjun ke dalamnya semakin besar lagi.

Saya yakin siapapun yang pernah bekerja di bidang IT akan selalu bertemu dengan hal yang seperti ini dalam perjalanan karir mereka. Ajakan dan kesempatan untuk lebih baik lagi secara finansial dari orang yang mereka paham. Dan kebanyakan mengatakan iya untuk kesempatan ini – dengan resiko menambah komitmen yang sudah mereka miliki sebelumnya.

Ini adalah potensial jebakan batman menurut saya.

Dalam salah satu interview, David Packard, founder dari Hewlett-Packard menyebut kalau alih-alih kelaparan, lebih banyak organisasi yang mati karena gak bisa menelan.

Yang Packard katakan mengena buat saya, karena saya pernah mengalami ini sebelumnya. Mengatakan iya kepada project yang sebenernya tidak benar-benar membuat saya bisa berkembang, dan mengambilnya karena alasan finansial adalah musibah. Ini terjadi sekitar 2014 atau 2015 silam ketika seorang teman dan pemilik studio WordPress dari Jakarta mengajak untuk membuat ide tentang startup itinerari.

Orang-orangnya oke, projectnya oke di bidang yang saya kuasai waktu itu (reservasi dan travel), namun jujur saja tidak benar-benar resonate untuk saya. Hasilnya? 4 bulan berlalu, saya kehilangan tidak hanya waktu dan uang, tapi jauh lebih buruk dari itu, kepercayan teman.

Saya mencoba memakan lebih banyak dari apa yang saya bisa telan.

Lanjut cerita, saya meminta maaf dan mengatakan tidak kepada tawaran dari dua teman baik saya tadi. Saya yakin mereka akan sukses di startup mereka.

Di era di mana semua orang bisa menjadi apapun, punya dunia yang kecil dan sederhana mengijinkan saya untuk melakukan hal yang paling menakjubkan: benar-benar ada untuk orang-orang paling penting bagi hidup saya.

Rekomendasi app : Notion

R

Salah satu tool yang sering nongol di desktop saya akhir-akhir ini adalah Notion. Notion didesain untuk membantu kamu menyimpan informasi dan mengorganise informasi, membuat rencana, serta berkolaborasi dengan tim di kantor atau teman.

Notion workspace
UX yang sangat menyenangkan untuk digunakan

Notion mirip sekali dengan Evernote, tapi dengan empat kelebihan yang paripurna untuk saya:

  • Markdown dan keyboard shortcut yang sangat intuitive dan mudah untuk digunakan.
  • UX yang sangat sedap di mata.
  • Powerful relational database – mirip dengan airtable.
  • Lebih mudah untuk berkolaborasi.

Menulis dan membuat rencana sangat menyenangkan untuk dilakukan di aplikasi ini. Notion punya beberapa flaw, tapi saya dengan senang hati mentolerirnya karena di Ivan Zhou, notion punya founder yang super product oriented.

PS: Artikel ini ditulis di Notion.

Hal Terbaik di 2018

H

Hal baik, event, pengalaman and orang yang saya temukan, pelajari, ketemu, dan lain dain di 2018. List ini tidak dibuat dengan ordering, dan tidak semua hal adalah hal yang baru. 

Artikel Menarik

  • Everything easy is hard again oleh Frank Chimero. Artikel ini terasa pas sekali dan mengena setelah saya mencoba coding kembali setelah berbulan bulan hiatus. 
  • Why I don’t use my real photo by  Julia Enthoven. Walaupun saya mencoba positive untuk segala macam hal. Saya harus mengakui bahwa men can be utter pig.

(more…)

atmawarin

Interweb enthusiast from Yogyakarta. Love trees, typography, running and single origin. Slightly blurry vision, five foot six, curly black hair. Lion at Mario Kart, chicken at party.

Get in Touch